37 • Malam yang Menggoda

2125 Words

Arcelia merapikan blouse-nya yang sempat kusut, merapikan rambut di cermin kecil di tasnya, lalu membuka pintu ruangan CEO dengan tenang. Tatapannya masih hangat—masih terasa sisa dari kecupan dan kalimat manis sang suami barusan. Namun, langkahnya terhenti tepat di depan pintu. Seseorang berdiri di sisi koridor—berpakaian rapi, terlalu sempurna untuk wanita yang tak lagi punya tempat di gedung ini. “Arcelia,” ucap Caluna, pelan namun cukup menusuk. Arcelia menoleh, dan meski dadanya sempat berdenyut karena kaget, wajahnya tetap tenang. “Caluna.” Senyum tipis terbit di wajah wanita itu. Tapi seperti biasanya, senyum itu tak pernah benar-benar hangat. “Tak kusangka kita bertemu di sini,” ujar Caluna sambil melangkah pelan, mendekat. “Ini kantor suamiku. Aku punya hak untuk datang ke s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD