Greisy akan bangun lebih awal, sebelum berangkat kerja, ia pasti akan siapkan sarapan juga makan untuk Rama sampai sore. Sudah dua bulan dari pernikahannya dan Lucky, mereka sempat bulan madu walau hanya tetap di Bali dan sempat ke Singapura, tempat keluarga Lucky. Dia masih bekerja di resto tempat yang sama, Lucky sebenarnya ingin Greisy mempertimbangkan untuk bersamanya menjalani bisnis yang sudah berjalan. “Kami pulang,” seruan itu membuat senyum Greisy mengembang sempurna. Lucky kembali setelah mengajak Rama jalan-jalan sekitar tempat mereka tinggal. Rama langsung berlari dan duduk memainkan mainannya, sedangkan Lucky mendekat dan memeluk Greisy, “sudah rapi?” “Iya, kamu sarapan sama Rama ya. Aku buru-buru.” Ujarnya. Lucky mengangguk, Greisy punya mobil sendiri sekarang, Luck

