Greisy Story 7--Pandangan Negatif

2137 Words

“Rumah lo yang mana? Yang itu?” Greisy mengikuti arah pandang Lucky, lalu menggeleng. Baru pertama kali Lucky mengantarnya, Grey menyebutkan alamatnya tadi. Lucky kecil hingga beranjak dewasa lama di Bali, jadi sudah pasti akrab dan tahu jalan. “Nggak lah. Kan gue bilang, alasan gue ngontrak di sini aja karena di sini murah. Dalam kata lain duit gue nggak banyak, nggak mungkin sewa rumah sebesar itu. Rumah gue masuk gang depan situ. Tapi, mobil nggak bisa masuk. Jadi sampai sini aja,” kata Greisy. Lucky mengangguk. Ia tersenyum saat melihat Rama yang sudah lelap dalam gendongan Greisy. “Nyenyak banget dia.” “Iya. Biasa, kan. Anak kenyang bawaannya mau tidur terus. Ini aja mending nggak minta ASI gue tiba-tiba, pakai sufor udah merem. Kebiasaan sih sama Sus-nya cukup pakai sufor. Oh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD