Ratna sedang duduk di salah satu kursi kantin siang ini, ketika matanya menangkap ke arah Alea yang baru saja muncul dengan wajah murung. "Le, sini!" panggilnya. Alea menoleh lalu berjalan menghampiri rekan kerjanya. "Lemes, Bu?" "Iya, laper. Mana pagi tadi juga nggak sempat sarapan." "Tumben?" "Bentar aku pesen makanan." Alea bangkit berdiri menuju konter makanan. Tak lama kemudian kembali duduk di hadapan Ratna dengan sepiring makanan dan segelas minuman dingin." Kembali Ratna memperhatikan Alea. Biasanya, Alea adalah orang yang ceria, meski sibuk shift ia masih sempat bercanda, bahkan sering menjadi penenang rekan-rekannya yang sedang stress. Tapi kali ini berbeda. Raut wajahnya terlihat kusut, sorot matanya kosong, bahkan senyumnya yang biasanya hangat seakan hilang. “Kenapa?”

