Suasana di kamar rumah sakit itu mendadak beku dan sunyi, padahal ada tiga orang di dalamnya. Naina duduk di tepi ranjang, tangannya tergenggam erat dalam genggaman Chandra, sementara Livia duduk di kursi sebelah ranjang dengan postur tubuh yang kaku. Udara terasa berat, dipenuhi segala hal yang tak terucapkan dan kecanggungan setelah kejadian di acara ulangtahun tempo hari yang masih membekas di antara mereka. Livia melirik tajam ke arah tangan Naina dan Chandra yang seakan tak mau terpisah, bibirnya mengerut tak senang. Masih membekas dalam ingatan Naina percakapan singkat tadi saat Livia baru datang, bagaimana wanita itu dengan entengnya mengklaim punya 'feeling' yang terhubung dengan Chandra. Perasaan muak menggelora dalam dadanya. Sebagai istri sah, dia takkan memberi celah sedikit

