Sore itu gerimis masih tersisa ketika mobil Chandra berhenti di depan pagar rumah mertuanya. Butiran air hujan yang halus masih beterbangan di udara, membasahi bahunya saat dia melangkah cepat menuju teras rumah. "Lho, Chandra?" Lidya membuka pintu dengan raut terkejut, melihat menantunya berdiri di depan rumah dengan rambut dan bahunya yang sedikit basah. Chandra mengusap tangan yang tampak lembap. "Naina masih di sini, Bu?" "Dia sudah pulang sekitar sejam yang lalu," jawab Lidya sambil memperhatikan raut wajah menantunya yang tampak lelah. "Kalian tidak sempat bertemu?" "Saya langsung dari rumah Kayla ke sini, berharap bisa pulang bersama." Chandra menghela napas pelan. "Kalau begitu saya permisi dulu, Bu." Saat Chandra berbalik, Lidya menyentuh lengannya. "Chandra, tunggu sebentar.

