74. Menjadi Istri Posesif

1226 Words

Chandra berdiri di balkon kamar. Tangan kirinya terbenam dalam di saku celana, sementara tangan kanannya menekan ponsel ke telinga. Meski panggilannya belum tersambung, ketegangan sudah mengeras di pundaknya. Dari balik kaca jendela, Naina memandangi suaminya dengan cemas. Dia bisa menebak siapa yang sedang dihubungi, dan dia sudah memohon padanya untuk tidak melakukannya. Tapi Chandra seperti batu, wajahnya mengeras oleh kemarahan. Chandra merasa jika perbuatan yang dilakukan oleh Davina sudah sangat keterlaluan. "Hal—" Suara Davina di seberang sana terpotong oleh suara Chandra yang memotong, tajam dan penuh tuduhan. "Kamu menyewa orang-orang untuk menyerang Naina?" hardiknya, setiap kata diucapkan dengan dingin. "Sebegitu tidak terimanya kamu dengan keputusanku?" "Kamu sudah gila,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD