103. Insiden Sebelum Honeymoon

1341 Words

Koper besar terbuka di atas tempat tidur, dikelilingi tumpukan pakaian yang tertata rapi. Naina dengan cermat melipat sebuah gaun musim panas, jemarinya menekan lipatan-lipatan kain hingga sempurna sebelum menempatkannya di antara pakaian lainnya. Dari balik pintu kamar yang terbuka, suara Chandra terdengar meredam, diikuti rengekan tangis anak kecil yang samar-samar terbawa melalui sambungan telepon. "Tidak, Sayang, Kayla tidak bisa ikut ... Papa dan Mama Naina perlu pergi berdua saja." Suara Chandra terdengar berat, diikuti helaan napas panjang yang terdengar jelas dari balik pintu. Naina menghentikan aktivitasnya, mendengarkan dengan perhatian penuh. Dia bisa membayangkan wajah Chandra yang sedang berusaha menahan kesabaran sementara hatinya pasti tersiksa mendengar tangisan Kayla. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD