Bunyi password yang ditekan hingga pintu terbuka, baru kali ini Genta merasa resah seluruh badannya. Agak ragu untuk melangkah maju. Nuni sudah masuk lebih dulu dan mempersilakan, tanpa Genta tahu Nuni juga resah sampai meremas gagang pintu. Oke, satu langkah ... itu sebuah keputusan paling besar di hari ini yang Genta rasa, memasuki apartemen di mana Nuni tinggal, tenggorkan Genta seakan mengering. Dia haus. "Ni ...." "Iya?" "Minum," bisiknya, padahal bisa ambil sendiri ke dapur. "O-oh ... bentar. Aku ambilkan." Nuni sebisa-bisa bersikap biasa. "Mau yang dingin atau anget, Bang?" "Dingin aja." Genta meremas jemari. Ada yang aneh dengan tubuhnya, dia merasa asing dengan ini. Nuni letakkan gelas berisi air es itu di meja, lalu pamit untuk ke kamar, Nuni mau mandi juga, berbenah s

