[Extra Part 23] Bukan Donatur, Dilarang Ngatur

1415 Words

"Gue benci banget sama si Daaron. Dia manusia paling sok yang gue temui dari kecil sampe segede ini." "Sama. Gue, sih, lebih ke gak suka aja sama kelakuan super capernya itu. Apalagi sama adik kelas yang cantik-cantik." "Emang. Kelakuannya dari SD nggak berubah. Paling parah, dia bahkan pernah ngaku-ngaku jadi pacarnya si manis wakil ketua OSIS kita." "Daisha?" "Iya. Dari dulu, lho. Ya, bodoh amatlah dulu soalnya kami juga masih kecil. Cuma ... sampe kelas enam SD, lho, Daaron ngaku-ngaku. Pokoknya sok banget, najiss." "Oh, kalian sesekolah, sih, ya, dulunya?" "Begitulah. Makanya gedek banget, ternyata dia nggak berubah. Dan asal kalian tau, temenan sama Daaron itu, dia anggap temen-temennya sebagai anak buah. Sedangkan dia?" "Bosnya?" "Tapi Daaron laku, ya? Maksud gue, banyak juga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD