[165] Wili Juga Manusia

1718 Words

"Len ...." Oh, tidak. Bu Sum membukakan pintu dan mempersilakan Zeedan masuk karena mendengar bahwa yang datang adalah adik Pak Wili, plus disuruh oleh orang tuanya untuk menyampaikan sesuatu kepada Lena atau sang abang. Namun, hanya ada Lena di sini. Jadi, ya ... begini. "Anu, Neng. Ini ...." "Ah, iya, Bu." Lena menyela, memberikan senyumnya. Tenang, dia sudah belajar dari pengalaman. Detik di mana tatapan Zeedan jatuh pada perut buncit itu. Perut sobat yang dia cintai, tengah mengandung darah daging Bang Wili. Abangnya Zeedan sendiri. Agak ngulu di d**a. Yang Zeedan kira hatinya melepaskan cinta untuk Marlena, tetapi masih ada sisa-sisa rupanya. Yeah ... dia melanggar apa yang papa dan mamanya kata perihal terbang ke Indonesia nanti saat Lena sudah melahirkan, malah kini Zeedan sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD