[163] Kangen Daaron

1026 Words

"Adek udah makan?" Nuni mengangguk. "Udah ...." "Ais?" "Udah tadi barengan sama aku," timpalnya pelan. "Abang yang belum," imbuh Nuni, mencicit. Ya, mereka berbaikan. Pun, kini Baby Ais sudah terlelap damai. Tampaknya efek capek habis menangis hebat. Tentu saja, masih disusui oleh ibunya. Agak lega setelah berkonsultasi dengan dokter. Yang mana sepulang dari sana sekalian beli s**u formula, s**u hamil, dan lainnya untuk baby plus Nuni. "Ini Abang mau makan," kata Genta. "Oh, ya. Kamu udah minum s**u?" Nuni menggeleng. Mana sempat, keburu kalap. Salat Isya saja belum karena tadi heboh oleh suara tangis Baby Ais. Dan lagi, Nuni kapok membiarkan anaknya main sendiri tampa pengawasan. Terlintas untuk diajak salat sambil digendong, tetapi Nuni tidak berani, terlebih dirinya sedang me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD