Nuni duduk diam dengan d**a menggemuruh kencang. Sesaat terngiang kejadian beberapa menit sebelum ini. Di mana dapat dia rasakan jemari Om Genta melingkari pergelangan tangannya dan itu terasa sangat ... apa, ya? Nuni langsung merasa tangannya sekecil itu, atau dia memang kurus, ya? Atau jari Om Gentanya saja yang panjang? Pergelangan tangan itu sedang Nuni usap-usap sekarang, Om Genta langsung pamit ke belakang tadi. Entah mau apa. Atau sama halnya dengan Nuni yang salah tingkah? Yang bawaannya ingin menyublim agar tak terlihat. Aduh ... panas pipinya. Nuni ingat bagaimana wajah Om Genta yang terasa maju-maju jika Nuni tidak lekas menjauh. Hampir. Hampir saja. Padahal kalau Nuni tidak menjauh, mungkin ... ah, tidak, tidak! By the way, Om Genta sedang apa, sih? Lama. Duh, itu ponseln

