[169] Anak Dosen Sastra Indonesia

1314 Words

"Perasaan makin ke sini Baby Ais, kok, malah jadi makin mirip kamu, ya, Ni?" "Kan, aku ibunya." "Tapi kemarin-kemarin Abang masih merasa Baby Ais lebih mirip papanya, lho." "Perasaan Abang aja kali," ledek Nuni. "Oh, ya. Gimana kabar Lena sama anak-anaknya?" Dia menyodorkan pisang dan sendok kecil khusus Baby Ais kepada Om Genta. Diterimanya juluran sendok plus pisang itu seraya menjawab, "Alhamdulillah selamat dan sehat dua-duanya, sore nanti Abang ke sana lagi, Lena udah boleh pulang. Cuma anak-anaknya masih harus menginap di rumah sakit." Nuni duduk di sofa, sedangkan anak dan suaminya lesehan di lantai. Perutnya sudah agak membesar sekarang walau belum benar-benar buncit. "Abang anterin aku ke rumah Lena dulu aja nanti sebelum ke rumah sakit, biar aku tunggu di sana. Ada Bu Sum,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD