"Perasaan makin ke sini Baby Ais, kok, malah jadi makin mirip kamu, ya, Ni?" "Kan, aku ibunya." "Tapi kemarin-kemarin Abang masih merasa Baby Ais lebih mirip papanya, lho." "Perasaan Abang aja kali," ledek Nuni. "Oh, ya. Gimana kabar Lena sama anak-anaknya?" Dia menyodorkan pisang dan sendok kecil khusus Baby Ais kepada Om Genta. Diterimanya juluran sendok plus pisang itu seraya menjawab, "Alhamdulillah selamat dan sehat dua-duanya, sore nanti Abang ke sana lagi, Lena udah boleh pulang. Cuma anak-anaknya masih harus menginap di rumah sakit." Nuni duduk di sofa, sedangkan anak dan suaminya lesehan di lantai. Perutnya sudah agak membesar sekarang walau belum benar-benar buncit. "Abang anterin aku ke rumah Lena dulu aja nanti sebelum ke rumah sakit, biar aku tunggu di sana. Ada Bu Sum,

