[127] Efek Nervous

1504 Words

"Lho, Bang Genta mana?" "Eh, iya, mana pengantinnya?" Saat semua sudah siap untuk lekas berangkat. Yang lain sudah masuk ke mobil rombongan, adapun sang tokoh utama di hari itu entah ke mana rimbanya, tak terlihat. Untung disadari oleh Gilang dan pamannya. "Bang?" teriak Gilang. "Tadi ada, lho. Saya kira udah masuk ke mobil," timpal bapak tetangga yang mau ikut serta menyaksikan akad nikah salah satu penghuni perum itu. "Masih di dalem kali, ya? Bentar, Gilang cari." Gilang pun kembali masuk. "Bang? Bang Genta!" Belum sampai di dalam, pas sekali, seseorang keluar dan bilang, "Tunggu, tunggu! Gentanya lagi mules. Pup dulu dia, Lang." "Oalah ...." Gilang pun memberitahukan kepada para sopir rombongan. Ada tiga mobil yang mau ikut, sisanya motor iring-iringan. Kata Gilang, "Bentar, Pak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD