[142] Buang Penyakit

1935 Words

"Wil, kekurangan lo itu bukan masalah yang bikin kalian susah punya anak." "Iya, lho, Wil. Buktinya lo tokcer, kok. Waktu itu Lena langsung isi, kan, sekian minggu setelah kalian merit? Artinya bukan perkara lonya, Wil. Emang Tuhan maunya kalian nikmati momen pacaran dulu lebih lama, puas-puasin dulu berduaannya. Ya, kan, Gen?" Genta mengangguk-angguk setuju akan ucapan Reinaldi yang menimpali tutur katanya sebelum ini, saat Wili kembali diterjang insecure soal momongan. Ya, sehabis Genta menerima pesan tak jelas dari adik iparnya itu, esok hari dia langsung ajak teman-temannya berkumpul. Tentu saja di rumah lamanya. Bertiga. Hanya Genta, Wili, dan Reinal saja. Firasatnya benar di kala mendapati pesan Wili tersebut, pasti sedang kena mental. Kini, Wili membuang pelan napasnya. "Ud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD