"Bang ...." "Hm?" "Pernah pacaran, nggak, sebelumnya?" Tak lantas Genta jawab, baik Nuni dan dirinya sama-sama menatap ke depan, pada televisi yang tengah menampilkan iklan. Posisi duduk Genta bersila di sofa, sedangkan Nuni duduk manis yang seolah takut memakan banyak tempat. Well, ada jarak di antara mereka, jarak itu kira-kira muat untuk satu orang lagi duduk di sana. "Belum." Genta menjawab jujur. Barulah saat itu Nuni menoleh. "Masa?" "Iya." Genta balas tatapan Nuni di sisinya. "Kenapa emang?" Langsung Nuni alihkan pandangan, malu-malu. "Ya, nggak pa-pa. Tapi agak nggak percaya aja. Berarti ... aku yang pertama?" Percayalah, jantung Nuni detakannya berantakan, tetapi sangat menyenangkan, dan dia suka jenis debarannya itu. "Begitulah. Pertama dan terakhir, Ni." Genta tersenyu

