[159] Sebagian Teks Menghilang

1670 Words

"Weh, Bang ... kenapa, nih?" Gilang kaget mendapati abang sulungnya lari-lari ke rumah sini dengan tanpa alas kaki, plus hanya pakai kolor dan kaus putih saja. Baru juga pulang habis dari warung sebelah, Gilang mau masak mi. "Mbakmu, Lang. Seram," kata Genta, dia elus d**a. Seolah merasa lega telah berada di tempat yang aman sekarang. "Mbak Nuni?" Bersama-sama mereka memasuki rumah masa kecil Genta. "Iya. Siapa lagi?" Genta ngeluyur ke dapur, ambil minum. Betul-betul kabur dengan brutal tadi. Sampai tak pedulikan apa kata tetangga yang melihat. Kini, Genta embuskan napas pelan. "Kenapa emang? Berantem? Baru tau kalo Mbak Nuni seram," seloroh Gilang. Genta letakkan gelas bekas minumnya di meja dapur, sedangkan Gilang bersiap mau masak mi instan hasil belinya tadi di warung. Pertama-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD