"Ra, Mami denger kamu hamil, ya?" "Oh, iya, Mi. Alhamdulillah ... Mami udah mau punya cucu, nih." Sambil Hyra usap-usap perutnya. Di dalam sana ada anak Julian, lho! Makanya itu Mami Friska nelepon. Sepertinya Julian memberi kabar lewat pesan. "Wah ... Alhamdulillah. Mungkin Mami ke Jakartanya kalau tujuh bulanan kamu aja kali, ya? Sekarang-sekarang ini belum bisa, Sayang." "Iya, nggak pa-pa, Mi. Minta doanya aja semoga Hyra sama dedeknya sehat." "Aamiin. Selalu Mami doakan." Hyra senyum. Dia akrab dengan Mami Friska sejak masih menyebutnya tante. Orang tua Julian itu sebetulnya baik, hanya memang agak problematik. Ya, mungkin karena tidak cocok. Tapi syukurlah mereka sempat menikah dan memiliki anak. Kalau tidak, tak mungkin ada Julian nanti. Saat telepon itu ditutup, Hyra mendapa

