Sejak awal Dila pernah bilang kalau bosnya itu biarpun kadang menyebalkan, tapi kalo sudah jatuh cinta bucinnya bisa bikin gumoh. Terlebih lagi dia dan Mara adalah pengantin baru yang masih hangat-hangatnya. Kalau biasanya istri yang manja, maka ini terbalik. Aryan yang justru maunya nempel terus, hingga kemana-mana istrinya selalu dibawa. Seperti pagi itu saat Aryan akan memimpin rapat di kantornya. Mara yang matanya sudah ciut karena semalam kurang tidur gara-gara dilembur suaminya, merengut kesal saat Aryan menariknya ikut ke ruang meeting. “Mau apa juga aku nanti di sana, Om?” “Kok mau apa? Memang biasanya tugas asisten waktu ikut bosnya meeting ngapain saja?” Aryan balik bertanya, masih sambil menggandeng istrinya keluar dari lift. "Biasanya juga nggak perlu ditemani." "Sekarang

