Bab.97 Balasan Setimpal 2

1316 Words

Namun, senyum Dila justru semakin sinis. Kaca yang sudah percah berserakan, bagaimana mungkin menjadikannya utuh lagi. Seperti itulah hati Dila yang selama delapan tahun terbuang dari kehidupan kedua orang tuanya yang egois. “Disini bukan rumahku lagi. Aku sudah terlanjur terbiasa terbuang dari hidup kalian, dan bahagia dengan mereka yang lebih bisa menyayangiku. Mau bercerai atau tidak, itu bukan urusanku. Karena kita sudah punya kehidupan sendiri-sendiri, dan aku tidak tertarik untuk kembali menjadi penghuni rumah ini lagi." “Biar bagaimanapun kamu tetap anakku. Papa tahu salah, dan akan berusaha sebisa mungkin menebus dan memperbaikinya. Tolong beri Papa kesempatan, Dila." “Anak bukan sampah, bisa dibuang dan dipungut lagi sesuka hati kalian. Aku juga punya hati, dan sudah terlanjur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD