Mobil hitam itu melaju mulus meninggalkan lobbi penthouse selama mereka berada di Turki, menembus jalan pagi yang masih lengang. Raden Ayu menyandarkan punggungnya, jemarinya saling mengait di pangkuan. Ada gugup yang tak ia ucapkan, hanya berdiam di dadanya. Dirinya hari ini diminta oleh sang suami untuk ikut ke pertemuan penting yang di adakan di Kayhan Holding. Padahal kalau boleh memilih Ayu ingin tetap berada di tempatnya. Karena jujur saja meski sudah dua minggu berada di Turki. Dirinya masih merasa asing. Linggar memfokuskan pandangan ke depan, satu tangan menguasai kemudi, tangan lain sesekali terangkat—menyentuh punggung tangan istrinya dengan kebiasaan kecil yang selalu membuat Ayu merasa “dipegang” meski tak dipeluk. “Kita cuma sebentar Cah Ayu,” ucap Linggar tenang. “hanya

