69

1357 Words

Langkah kaki itu kembali terdengar dari arah dalam pendopo. Raden Ayu muncul dengan balutan gaun lembut berwarna hijau sage, panjang menjuntai hingga mata kaki. Kainnya jatuh ringan mengikuti tiap gerak tubuhnya, bermotif bunga-bunga pastel yang halus—tidak mencolok, justru menenangkan. Lengan panjang transparan dengan manset rapi menutup pergelangan tangannya, sementara pita kecil di leher memberi kesan anggun tanpa berlebihan. Rambutnya tersanggul sederhana, menyisakan beberapa helai halus di pelipis. Wajahnya tampak lebih segar—tenang, bersih, dan… cantik dengan cara yang tidak harus menor atau lainnya. Sungguh cantik sekali ini Cah Ayu. Begitu Ayu melangkah ke beranda, suasana seolah melambat. Linggar yang tadinya duduk tenang, mendadak terdiam. Punggungnya tegak, rahangnya mengera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD