32 | Bertemu Setelah Berpisah

1121 Words

"Ada pertemuan yang tak pernah diundang, yang sialnya selalu datang saat kamu sudah susah payah melupakannya." —— Pagi itu, Calmora Psychology Center terasa seperti biasa—hening, hangat, dan teratur. Aroma lavender dan eucalyptus samar menyebar dari diffuser di ruang tunggu, mengisi setiap sudut dengan ketenangan yang halus. Di balik sekat ruang konseling, Nea menyelesaikan sesi daring terakhirnya pagi itu. Satu tarikan napas panjang ia ambil sebelum mengetuk tombol end call, lalu menuliskan catatan singkat pasca sesi di tablet kerjanya. Tok. Tok. Suara ketukan ringan di pintu kaca membuatnya menoleh. Supervisor program individual, Ibu Calista, melongok sambil tersenyum kecil. “Nea, kamu ikut ke ruang briefing, ya. Ada pengumuman dari divisi korporat, katanya penting.” Nea mengangguk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD