22 | Terjebak di Kamar Nea

1615 Words

Jam dinding di lorong berdetak pelan, berdentang satu kali saat jarumnya menyentuh angka sembilan. Udara malam menyusup lewat kisi-kisi jendela, membawa aroma rumput basah dan sunyi yang mengendap pelan-pelan di sela-sela langkah Nea. Ia baru saja turun dari lantai dua setelah menyelesaikan bimbingan dadakan secara daring dengan dosen pembimbing dua. Awalnya hanya membalas pesan, tapi berujung sesi diskusi tiga puluh menit yang cukup menyita fokus dan membuatnya lupa waktu. Lalu setelah itu Jua juga menelponnya dan jadilah obrolan panjang itu semakin mengalir. Begitu kembali ke dunia nyata, rumah sudah hening. Terlalu hening. Ruang tengah kosong. Hanya lampu gantung yang masih menyala lembut. Tidak ada tawa ringan Keira yang tadi sempat terdengar nyaring di antara pembicaraan keluarga. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD