Langkah kaki Aksa mantap mendekat ke arah mereka. Luna yang menyadari kehadiran Aksa, mengerjab. Pun halnya dengan Dani yang memandang sosok tinggi dengan jas rapi itu memandangnya tak bersahabat. Dani dan Luna sama-sama terdiam. Aksa berhenti tepat di depan mereka lalu berkata dengan nada santai. “Sudah siap berangkat?” Nada suaranya terdengar akrab. Seolah Aksa dan Luna memang sudah membuat janji sebelumnya. Dani merasa ada sesuatu yang aneh dalam situasi itu. Ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Dani jelas tahu siapa Aksa meskipun status pernikahan itu masih terasa janggal baginya. Sebelum Luna sempat menjawab, Dani sudah lebih dulu berbicara. “Ya sudah, Lun. Aku duluan ya?” Luna menoleh cepat. "Iya, Mas. Hati-hati di jalan.” Dani mengangguk kecil. Lalu berani pada Bu Wula
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


