62. Pengakuan Amara

1118 Words

"Aduh!" Amara berteriak sekali lagi dan berhasil menarik perhatian ketiganya. Namun Raymond yang bereaksi lebih cepat, dia segera menghampiri gadis itu seraya memeriksa keadaannya. "Kamu kenapa Amara?" Perhatian itu membuat Rizky dan Diah termangu, tak menyangka jika Raymond dapat bersikap hangat seperti itu. "Saya sakit perut, Pak," jawab Amara yang tentu saja adalah kebohongan. "Apa sakit perutnya karena bulanan kamu yang nggak lancar." Wajah Amara langsung memerah, tak menyangka jika Raymond akan membahas hal sesensitif ini di depan orang lain. Bukan hanya Amara yang merasa malu, Rizky dan Diah pun juga merasakan hal yang sama. "Pak Raymond! Jangan ngomong yang enggak-enggak, deh. Nanti bisa menimbulkan salah paham," ujar Amara dengan kesal. "Tapi 'kan itu memang kenyataannya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD