Sementara itu dari dalam restoran, Hansen tertegun memperhatikan interaksi Raymond dan Amara. Dia merasa jika dosen itu menaruh perhatian kepada Amara. Namun beberapa detik kemudian, sebuah senyuman tercipta pada wajahnya. Tidak apa-apa jika Amara tidak memaafkannya, setidaknya dia merasa lega karena gadis itu mendapatkan pria yang jauh lebih baik daripada dirinya. Hansen lantas mengeluarkan ponselnya dari tas pinggangnya, lalu menelepon Farah. Tapi sudah 3 kali dia menelepon, sang kekasih tak juga menjawab panggilannya. Dahi Hansen mengernyit seketika, merasa ada yang aneh dengan Farah. Tak lama dia meninggalkan restoran untuk menuju kediaman Farah. 45 menit kemudian Hansen tiba di rumah berlantai dua itu, setelah memarkirkan motor PCX merah di garasi. Lagi-lagi dia merasa aneh denga

