Hanya tiga bulan saja Killian berada di Indonesia dan sekarang dia sudah di dalam pesawat untuk menjalankan misinya di benua Afrika. Misi yang dilabeli dengan warna merah itu, tidak membuat Killian gentar sedikitpun. Setelah semua yang terjadi, Killian menjadi semakin berani dan juga semakin kuat. Karena itu dia juga semakin dipercaya untuk mengemban sebuah misi yang levelnya tidak biasa. Begitu Killian sampai di tempatnya ditugaskan, bekas peperangan terlihat di sepanjang jalan. Asap hitam membumbung tinggi dengan bau anyir darah yang masih tercium dengan jelas di hidungnya. Rumah sakit dipenuhi raungan kesakitan dan kota yang memang tidak megah karena kemiskinan itu, kini terlihat porak poranda karena perang Saudara yang terjadi. "Selamat pagi, saya adalah Steve! Dokter bantuan dari PB

