Kepulangan Victoria dari Bali seharusnya diwarnai kemewahan dan kepuasan diri. Namun, yang ia bawa adalah bara api kemarahan dan kecurigaan yang telah membakar perlahan sejak ia melihat suaminya, Ethan, menunjukkan perhatian yang tidak biasa kepada sekretarisnya, Lily. Bisik-bisik dari lingkaran sosialnya yang cepat menyebar, meskipun samar, tidak bisa ia abaikan. Mereka berbicara tentang Ethan yang 'terlalu sering lembur', 'terlalu tertutup', dan 'aura baru' yang mengelilinginya. Victoria duduk di ruang pantry rumah mewahnya yang dingin, menatap cangkir teh yang telah mendingin. Di depannya, ponselnya memutar ulang rekaman video yang ia ambil tanpa sadar beberapa minggu lalu, Lily menaruh teh herbal di meja Ethan, dan senyum tulus yang sangat langka dari suaminya saat menerima sentuhan

