Hari pengumuman Putusan Akhir semakin dekat. Meskipun Ethan Blackwell telah mengalahkan godaan kelelahan mentalnya untuk membayar Victoria D'Amore, dan kembali pada prinsipnya—nol Rupiah—keheningan tegang yang menyelimuti Jakarta terasa menyesakkan. Ethan duduk di kantornya, menatap kalender yang menunjukkan tinggal satu hari lagi menuju vonis Hakim. Ia sudah tahu apa yang akan terjadi jika Hakim mengumumkan putusan yang adil: penolakan total atas tuntutan finansial Victoria yang fantastis, dan kemungkinan besar, referensi pidana atas insider trading dan penyembunyian aset. Secara prinsip, ini adalah kemenangan yang sempurna. Namun, malam itu, Ethan menerima panggilan telepon dari Lily Rosemont dari safe house. Suara Lily terdengar tenang, tetapi ada nada cemas yang sulit disembunyikan.

