(++) Puncak Pembebasan Jiwa.

1020 Words

Lily meneteskan air mata, namun ia tersenyum dengan kekuatan yang luar biasa, sebuah kekuatan yang ia temukan kembali berkat pria di hadapannya. Ia menarik napas panjang dan membalas janji itu dengan suara yang jernih. "Ethan, aku pernah mengira bahwa hatiku hanyalah puing-puing yang tidak mungkin bisa dibangun kembali setelah semua badai yang aku lalui. Namun kamu datang bukan untuk membangun ulang hatiku menjadi gedung yang dingin dan angkuh, melainkan menjadi sebuah rumah yang hangat dan aman. Aku menjanjikan kesetiaanku, bukan karena sebuah kewajiban moral atau kontrak sosial, tapi karena keinginanku yang paling murni sebagai seorang wanita. Kita telah melewati api fitnah dan pengkhianatan bersama, dan hari ini, aku berjanji untuk tetap menjadi pelabuhanmu, menjadi air yang menenangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD