Malam telah larut di penthouse eksklusif Ethan. Setelah sesi terapi yang menguras tenaga, meskipun Lily merasa ringan, kelelahan emosional menuntut pelepasan yang lebih dalam dan lembut. Lily tidak lagi mencari gairah liar; ia mencari koneksi fisik yang membumi dan mengukuhkan kebebasan emosional yang baru ia rasakan. Ethan, yang dikenal karena ketajamannya membaca Lily, menyadari bahwa benteng kedamaian mereka kali ini harus diukir di tempat yang paling intim: kamar mandi. "Mandi bersama?" tanya Lily, saat mereka bersiap di kamar tidur. Suaranya terdengar lembut, tanpa sisa-sisa kegelisahan. "Ide yang sempurna, Sayang. Itu ritual penyembuhan yang kita butuhkan," balas Ethan, senyumnya dipenuhi rasa lega. Mereka berjalan menuju kamar mandi utama, sebuah ruang mewah dengan dinding kaca s

