Aroma Kecurigaan.

1036 Words

Victoria duduk di kursi kulit empuk ruang kerjanya, tangan kanan menggenggam mug kopi yang masih mengepul hangat. Matanya menatap ke jendela, menelusuri kota yang malam itu sepi dari hiruk-pikuk. Namun pikirannya sama sekali tidak tenang. Sejak pagi, ia tidak bisa lepas dari satu hal: aroma parfum wanita yang samar namun jelas masih menempel di jas Ethan ketika ia melewatinya di pagi hari. Ia menutup mata, menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. “Mungkin aku terlalu sensitif,” bisiknya pada diri sendiri. Tapi nalurinya menolak meyakinkan. Aroma itu … berbeda. Tidak seperti parfum klien wanita yang biasanya biasa saja. Ini … sesuatu yang lebih personal. Victoria menatap jam di meja kerja. Waktu terasa lambat. Setiap detik yang berlalu, ia merasa semakin sadar bahwa sesuatu sedang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD