Dua minggu telah berlalu sejak Ethan dan Lily tiba di pulau privat terisolasi di Kepulauan Maluk. Di dalam Benteng Kedamaian yang dibangun Ethan, Lily perlahan menemukan kembali pijakannya. Proyek filantropi yang diberikan Ethan telah memberikan makna dan membuktikan bahwa ia adalah seorang wanita yang kompeten, bukan sekadar 'Pelakor Triliun Rupiah' seperti cap media. Keintiman yang mereka bagi setiap malam adalah pengukuhan bahwa mereka adalah tim yang tak terpisahkan. Namun, di tengah kedamaian itu, sebuah kecemasan baru mulai tumbuh di hati Lily: keinginan untuk validasi independen. "Aku tidak ingin seluruh keberadaan ku terikat pada mu, Ethan," ujar Lily suatu pagi, saat mereka menikmati sarapan di teras. "Aku tahu kamu mencintai ku, dan kamu tahu aku cerdas. Tetapi aku tidak bisa s

