Kerentanan di Balik Kekuatan

1168 Words

​Malam itu, setelah semua tugas formal selesai dan jam lembur yang telah disepakati—dipaksakan—dimulai, Ethan tidak langsung menuntut keintiman. Suasana di ruang kerjanya sengaja dibuat tenang, diterangi hanya oleh lampu sorot reduk di meja dan pemandangan gemerlap kota Jakarta di luar. ​Ethan telah meminta Lily untuk meninjau ulang data merger yang sebenarnya bisa ditunda hingga pagi. Ini adalah sandiwara. ​"Tugas sudah selesai, Tuan Ethan," lapor Lily, suaranya lelah, namun berusaha profesional. Ia masih menjaga jarak, baik secara fisik maupun emosional, setelah malam pertama mereka. ​Ethan tidak beranjak dari sofa kulitnya yang besar. Ia hanya duduk, menatap kosong ke luar jendela. Posturnya tidak lagi tegap dan dominan, melainkan sedikit membungkuk, menunjukkan kelelahan yang nyata—

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD