Keputusan Aurora (++)

1024 Words

Pagi harinya, ketika Leo sudah berangkat kerja, Aurora berdiri di depan cermin kamar mandi. Ia membayangkan perutnya yang rata suatu hari nanti akan membesar, membawa kehidupan baru. Ia membayangkan Leo memegang tangannya di ruang bersalin, membayangkan tawa anak mereka memenuhi rumah. Dan untuk pertama kalinya, rasa takutnya tidak lagi besar. Sebaliknya, ada kerinduan yang mulai menggelora. “Apakah sudah waktunya?” gumamnya berbisik. * * Dua minggu kemudian, Aurora membuat janji temu dengan Dokter Olivia, seorang dokter kandungan yang direkomendasikan teman Leo waktu itu. Jantungnya berdebar ketika memasuki klinik tersebut, namun tekadnya sudah bulat. "Jadi, Anda memutuskan untuk berhenti menggunakan kontrasepsi?" tanya dr. Sari setelah mendengar penjelasan Aurora. Aurora meng

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD