Celine yang sempat terpaku di tempatnya karena terkejut itu, segera berjalan, lalu setengah berlari ke arah Hazel. Dengan mata yang sudah berair, Celine memeluk putri angkatnya. Wanita itu tak kuasa menahan air mata yang dengan cepat turun dari sudut-sudut matanya. Mengalir deras membasahi wajah. “Hazel, maafkan Mommy,” ujar Celine dengan tenggorokan tercekat. Susah payah Celine menahan isak tangis yang hampir lepas. “Mommy minta maaf,” ulangnya seraya memeluk Hazel lebih erat lagi. Hazel membalas pelukan Celine. Mengusap pelan punggung bergetar sang ibu angkat. Sementara Archie mendongak, menatap dua perempuan yang sedang berpelukan dengan sepasang alis berkerut. Di tempatnya berdiri, Oliver menarik pelan, namun panjang napasnya. “Maafkan Mommy, Hazel. Semuanya karena Mommy dan Daddy

