Oliver menatap bandul kalung milik Hazel dengan sepasang alis berkerut. Jari tangannya bergerak, menemukan sesuatu di pinggir bagian tengah bandul berbentuk bulat tersebut. Lipatan di kening Oliver bertambah. Oliver menyelipkan kuku ibu jarinya. Pria itu sudah hendak membuka bandul tersebut saat mendengar suara Hazel. “Sudah bangun? Aku sudah selesai mandi, kalau sekarang kamu mau mandi.” Oliver memutar kepala. Tangannya bergerak meletakkan kalung kembali ke atas meja. Urung membuka bandul yang sepertinya bisa terbelah menjadi dua bagian. Bukan hal yang aneh. Banyak bandul kalung seperti itu. Sang pemilik biasanya memasang foto di dalamnya. “Sebenarnya aku berencana untuk menyusulmu.” Oliver memutar langkah hingga berdiri menghadap ke arah Hazel yang sedang berjalan sambil mengeringkan

