Ektra Part 9

1308 Words

Bayang-bayang wajah si kembar terus menghantuiku sejak kemarin. Aku sampai tidak bisa tidur, karena setiap kali memejamkan mata pasti akan mengalami mimpi buruk. Aku dilarikan ke rumah sakit setelah pembukaan dua. Sekarang baru pembukaan lima masih harus menunggu lima pembukaan lagi. Tiba-tiba saja air mataku mengalir dengan deras, entah karena rasa sakit akan melahirkan atau takut kejadian dulu terulang kembali. “Honey, kenapa?” Mas Agung tak pernah meninggalkan ruangan tempat aku dirawat. Semua kegiatannya dilakukan di dalam sini. Mulai dari makan, sholat hingga membalas email dari klien. “Anak kita akan baik-baik saja ‘kan?” “Insyaallah,” jawab Mas Agung. “Mama Dera telah memeriksa mu barusan. Beliau mengatakan jika kamu bisa melahirkan secara normal. Pembukaan mu juga tergolong ce

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD