Cucu Kesayangan

1183 Words

Udara pagi yang sangat dingin tak membuatku mengurungkan niat untuk memanen sayuran di kebun Eyang Sugeng. Bermodalkan jaket tebal, kaos kaki dan kaos tangan aku berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke arah kebun brokoli. Kedua mataku dimanjakan oleh tanaman hijau yang tumbuh dengan subur. Dekat kebun brokoli terdapat kebun wortel juga kentang. Kata Eyang beberapa hari lagi sudah masuk musim panen. Jika, kebun tembakau letaknya dibawah tempatku berada saat ini. Eyang sengaja membuat rumah yang letaknya lebih tinggi dari kebun tembakau karena lebih sejuk udaranya dan lebih mudah memantau kebun sayur. “Non Dyah pagi sekali petik sayurnya,” ujar Taufik, asisten Eyang. “Iya, Mas. Mumpung di sini mau puas-puasin berkebun.” “Den Agung tidak ikut?” “Masih tidur setelah subuhan. Semalam b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD