Celine duduk di ruang tengah rumahnya sambil menatap ponsel di tangannya. Senyumnya merekah lembut, ada kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan di wajahnya. Tangannya sedikit bergetar ketika ia mengetik pesan untuk mamanya. “Mama, Papa… aku mau kasih kabar bahagia. Aku hamil.” Begitu pesannya terkirim, Celine menutup mulutnya, air matanya menetes pelan. Ia tak tahu kenapa ia merasa begitu haru. Mungkin karena penantian panjangnya akhirnya terjawab. Baru beberapa detik berselang, ponselnya berdering—nama “Mama” muncul di layar. Celine mengangkatnya dengan senyum lebar. “Halo, Ma…” Di ujung sana, suara mama Celine terdengar bergetar menahan haru. “Celine! Astaga, benar kamu hamil?” “Iya, Ma,” jawabnya pelan tapi jelas. “Baru tadi pagi aku dan Frans ke klinik. Kata dokter, usia kandungan

