Bab 102

853 Words

Hari itu langit Jakarta begitu cerah. Awan putih bergerak perlahan, matahari bersinar lembut tanpa terlalu terik. Frans memutuskan untuk mengambil cuti sehari penuh, hanya untuk menghabiskan waktu dengan Celine dan Fabian. Sudah lama ia tidak benar-benar melepaskan diri dari tumpukan pekerjaan dan tenggat proyek yang menumpuk di kantor. Ia ingin hari ini menjadi milik keluarganya sepenuhnya. Sejak pagi, Frans sudah menyiapkan segala sesuatu. Ia mempersiapkan tas kecil berisi perlengkapan bayi—popok, botol s**u, baju ganti, dan mainan kesayangan Fabian. Celine tersenyum melihat kesigapan suaminya yang jarang-jarang seperti itu. “Dari semalam Papa sudah semangat sekali,” ujar Celine sambil menyiapkan s**u hangat di dapur. “Padahal biasanya Papa ini susah diajak jalan pagi-pagi.” Frans ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD