Bab 170

837 Words

Celine merebgahkan tubuhnya di sofa panjang ruang keluarga. Kakinya dinaikkan ke atas bantal kecil, wajahnya menegang sedikit sambil menghela napas panjang. Tangannya melambai malas ke arah Frans yang masih berdiri tak jauh darinya. “Frans.” Frans menoleh. “Iya?” “Sini.” Frans melangkah mendekat. “Kenapa?” “Pijat kaki aku.” Nada Celine datar, tapi sorot matanya jelas tidak menerima penolakan. Frans menghela napas kecil, lalu berlutut di depan sofa. Tangannya perlahan memegang pergelangan kaki Celine. “Yang pelan ya?” tanyanya. Celine mendengus. “Kalau nggak pelan, aku tendang.” Fabian yang sedang duduk di karpet sambil menyusun balok langsung menoleh. “Papa jangan ditendang.” Frans tertawa kecil. “Iya, Papa pijat yang baik.” Ia mulai memijat pelan, ibu jarinya menekan lembut tel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD