Bab 88

2936 Words

Pagi itu, setelah drama lagu anak-anak selesai, Celine kembali bergerak ke arah kulkas dengan langkah cepat, matanya berbinar-binar penuh semangat. Ia membuka pintu kulkas dan menatap deretan buah-buahan yang tersusun rapi. Matanya tertumbuk pada beberapa mangga muda yang baru saja dibeli Frans beberapa hari sebelumnya. Tanpa ragu, ia menunjuk ke arah mangga itu sambil berseru, “Frans… lihat! Mangga muda! Aku mau dibuatkan kolak mangga muda! Sekarang juga!” Frans yang duduk di sofa, setengah menyesap kopi hangatnya, mengernyitkan alis. Ia tahu Celine sedang hamil dan keinginannya sering tak bisa ditunda, tapi kolak mangga muda? Itu terdengar agak ekstrem, bahkan menurut standar makanan tradisional sekalipun. Ia menatap pelayan-pelayan yang berkumpul di dekat dapur, tampak ragu-ragu. Sala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD