Bab 85

2410 Words

Jay duduk di ruang kerjanya, memandangi kalender di dinding yang berisi coretan jadwal rapat dan deadline proyek. Tapi matanya tidak fokus pada angka atau tulisan itu. Pikiran dan hatinya sedang kacau, berputar di antara rasa bersalah, takut, dan tekad yang baru ia temukan. Setelah berminggu-minggu lari dari kenyataan, ia akhirnya menyadari satu hal yang tak bisa lagi dihindari: ia harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya. Ia menutup laptopnya, menghela napas panjang, dan menatap cermin di depan meja. Bayangan wajahnya tampak letih, namun matanya memancarkan tekad. Ia tahu langkah ini tidak akan mudah. Orang tuanya pasti marah. Mama dan Papa akan kecewa, mungkin sampai merasa hancur. Tapi ia tak peduli lagi. Ia tidak bisa terus menunda dan menyakiti perempuan itu, juga anak yang teng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD