Bab 23: Murid Baru Bapak

1101 Words

“Lyra, jangan lupa kasih tanda kalau mau belok,” Bapak Refan memperingatkan. “Lyra ngerti, Om. Om tenang aja. Asal gak ada yang motong jalanku, aman. Ngomong-ngomong, mobil Om diasuransikan kan?” “Kenapa memangnya? Kamu berniat bikin lecet mobil ini?” “Ya siapa tahu. Namanya orang lagi belajar.” “Astaga bisa-bisanya ayahmu yang pendiam dan galak itu punya anak gadis seperti kamu.” “Hush, jangan sembarangan Om. Nanti anak laki-laki Om naksir aku baru tahu rasa.” “Eh, kamu kenal Refan. Di mana?” “Enggak.” “Kamu kuliah bareng Refan?” “Enggaklah. Aku gak akan cocok kuliah di kampus begitu.” “Kenapa memangnya?” “Kebanyakan tugas.” “Kampus yang bagus ya yang banyak tugasnya.” “Ah enggak aja. Kapan senang-senang dan sosialisasinya kalau kebanyakan tugas.” “Papamu dulu kayaknya gak k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD