Lyra pulang dengan hati riang. Sepertinya, ia memang memerlukan tim. Saras jelas sudah tak mungkin ia mintai tolong lagi. Begitu pula temannya yang lain. Lyra harus mulai membangun semuanya sendiri sekarang. Dia mengganti bajunya dengan baju rumah yang lebih nyaman, kemudian ke kamar mandi dan ke dapur untuk mengambil air dingin. “Baru pulang? Belum makan kan?” tanya Eyangnya yang baru keluar dari kamar. “Lyra udah jajan tadi.” “Jajan apa? Jangan dibiasakan jajan gak bener. Makan dulu. Terus solat. Setelah itu baru istirahat.” Lyra terpaksa mengikuti Eyang ke meja makan. Di atas meja, sudah tersedia lauk-pauk dengan menu cukup lengkap, kombinasi antara protein dan sayur-mayur. “Makan. Nasinya sedikit gak apa-apa. Lauknya dibanyakin. Kamu masih perlu gizi yang cukup untuk belajar den

