Refan tak menyangka, fotonya akan mendapat banyak likes dan komentar. Dia hanya mengambil potret itu dari kejauhan. Dari seberang jalannya tempatnya berteduh memarkir sepeda motornya hari itu. Refan bahkan lupa untuk apa ia ke sana hari itu. Yang ia ingat, ada sebuah caffe shop yang menarik perhatiannya, dan ia secara otomatis mengarahkan kameranya ke sana. Landskap itu menarik untuk Refan. Jalan raya, trotoar, dan kafe kecil dengan jendela lebar. Hanya detail itu yang terekam dalam ingatan Refan. Ia sama sekali tak peduli dengan siapa saja yang duduk di balik jendela besar itu. “Fotomu oke, Fan,” komentar Bagus sambil memandangi ponselnya. “Emang bener ada ceweknya?” dia menzoom gambar tersebut. Beberapa komentar memang menyebut seorang gadis berambut pendek yang berada di balik jend

