Tujuh bulan bukan penantian yang singkat. Naka sudah tidak sabar menunggu anak pertamanya lahir ke dunia, begitu ia mengetahui jika benihnya sudah tumbuh di rahim sang istri. Ketika itu usia kehamilan Zahra sudah dua bulan. Naka berjanji akan ada di samping sang istri saat wanita itu berjuang, bertaruh nyawa untuk melahirkan keturunannya. Ya, dia berjanji akan memberikan semangat dan kekuatan untuk sang istri. Akan selalu menghibur sang istri disaat wanita itu gundah. Akan menggenggam tangannya disaat istrinya goyah. Dia akan melakukan semuanya. Namun, yang terjadi justru dia menunggui perempuan lain yang akan melahirkan, sementara istrinya sedang kesakitan dan berjuang untuk melahirkan anaknya. Naka merasakan penyesalan dan rasa bersalah yang begitu besar. Melihat sang istri mengejan s

